Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Cara Pencegahannya Penyakit Jantung Koroner

Penyakit Jantung Koroner Yang Harus Anda Ketahui

Penyakit jantung koroner adalah penyempitan pembuluh darah kecil yang masuk ke dalam darah dan oksigen ke jantung. Arteri koroner merupakan sebutan lain yang sering dikenal selain penyakit jantung koroner. 

Aterosklerosis adalah suatu kondisi yang mengakibatkan terjadinya penyakit jantung koroner, hal ini terjadi pada dinding terjadi ketika bahan lemak arteri yang zat-zat lainnya membentuk plak akan menjadi sempit dari arteri yang dialiri darah akibat hal tersebut. 

Oleh karena itu akan dapat mengakibatkan darah ke jantung berhenti atau lambat karena akibat dari aliran sempit pada arteri koroner itu. 

Terutama ketika sedang beraktifitas akan hal ini akan berakibat serangan jantung, sesak nafas, nyeri dada (angina stabil) dan lain sebagainya. 

Di Amerika Serikat penyakit jantung koroner merupakan penyebab utama bagi manusia, dan merupakan penyakit yang tidak menular baik pria maupun wanita sebagai peringkat ketiga besar di Indonesia.

Angina atau sesak nafas yang biasanya terjadi saat mengalami stress atau saat beraktifitas merupakan akibat dari kurangnya pasokan darah sebagai akibat dari menyempitnya arteri koroner. 

Serangan jantung hingga kematian akan dialami oleh para penderita jika tersumbatnya arteri koroner tersebut. 

Bahkan ketika anda sedang beristirahat santai sekalipun serangan jantung ini akan dapat terjadi kapan saja.

Melemahnya daya pompa jantung dapat juga terjadi akibat dari penyakit jantung koroner ini. Sehingga ke seluruh tubuh darah tidak beredar sempurna (gagal ginjal). 

Karena paru-paru penderita di penuhi cairan penderita gagal jantung akan sulit untuk bernafas. Selain itu juga akan berakibat pada persendian, bengkak-bengkak di kaki dan merasa sangat lemah.

Faktor Resiko Jantung Koroner

Penuaan

Seiring usia bertambah resiko penyakit jantung koroner akan dapat meningkat. 

Termasuk sistem kardiovaskulernya, efektifitas organ-organ tubuh akan semakin menurun dalam kondisi yang semakin tua. 

Orang yang berusia 60 tahun diatas lebih dari 80 persen penderita jantung koroner. 

Dibandingkan dengan perempuan, laki-laki cenderung lebih cepat terkena penyakit ini. bagi perempuan setelah masa menopause resiko ini akan dapat meningkat.

Keturunan

Terlebih bila usia kurang dari 60 tahun dan jika orang tua anda menderita penyakit jantung koroner maka sebaiknya anda berhati-hati karena ini akan lebih tinggi juga menyerang anda.

Kegemukan

Resiko tekanan darah tinggi dan diabetes akan meningkat karena adanya kegemukan (obesitas). Kadar HDL rendah / tinggi juga cenderung dimiliki oleh orang yang gemuk dan hal ini akan dapat menyebabkan pula penyakit jantung koroner.

Diabetes Mellitus

Resiko jantung koroner dapat meningkat karena diabetes, terlebih lagi tidak terkontrolnya dengan baik kadar gula dalam darah. 

Gangguan kardiovaskular dan penyakit jantung akan menyebabkan kematian 2/3 dari penderita diabetes.

Tekanan Darah Tinggi / Hipertensi

Kerja jantung akan dapat bertambah karena tekanan darah tinggi sehingga resiko penyakit jantung koroner akan dapat meningkat dan menebalnya dinding jantung.

Trombosis

Pada arteri atau vena terdapat gumpalan darah dan inilah yang dinamakan dengan trombosis. Maka resiko penyakit jantung koroner akan timbul jika pada pembuluh arteri koroner terjadi trombosis. 

Pada dinding yang menebal karena aterosklerosis biasanya tempat dari trombosis. Hingga beberapa kali lipat dari resiko trombosis akan dapat meningkat karena merokok.

Kadar Kolesterol Tinggi

Endapan lemak pada dinding arteri koroner yang terdiri dari zat buangan dan kolesterol merupakan penyebab penyakit jantung koroner. Kadar kolesterol dalam darah anda harus dijaga agar resiko penyakit jantung koroner dapat berkuarng. 

Tubuh menghasilkan secara alami sebuah senyawa lemak kompleks dan bagi pembentukan dinding sel dan hormon sebagai manfaatnya,dan ini merupakan arti dari kolesterol itu sendiri. 

Hati (liver) memproduksi 2/3 kolesterol, dari makanan 1/3 lainnya dapat di peroleh. Dalam darah koleterol diedarkan melalui lipoprotein yang merupakan molekulnya. 

Low-density lipoprotein (LDL) dan high-density lipoprotein (HDL) merupakan 2 jenis lipoprotein.

Cara Mengurangi Risiko Jantung Koroner

Meskipun penuaan tidak dapat dilawan dan garis kerurunan akan dapat berpengaruh. Untuk mengurangi resiko penyakit jantung koroner anda dapat melakukan Cara Pencegahannya Penyakit Jantung Koroner berikut ini.

Rajin Berolahraga

Selama 30 menit secara rutin melakukan senam aerobic, seminggu tiga sampai empat kali jantung akan lebih kuat, lemak terbakar dan HDL dan LDL akan dapat terjaga secara seimbang.

Tidak minum kopi dan merokok secara berlebihan

Menghindari Stress

Fungsi tubuh akan tidak seimbang karena ditimbulkan oleh stress, tekanan darah akan meningkat serta anda akan melampiaskannya dengan merokok sambil minum kopi yang berlebihan.

Memperbanyak Makanan Yang Bergizi

Dengan banyak makan yang mengandung antioksidan tinggi seperti vitamin A, C dan E yang terdapat pada sayur dan buah – buahan maka resiko jantung koroner akan dapat dicegah. 

Karena berubahnya lemak jenuh menjadi kolesterol akan dapat di cegah dengan antioksidan.

Kurangi dalam mengkonsumsi daging yang berlemak jenuh yang tinggi agar anda akan terhindar dari resiko penyakit jantung koroner.

Sumber & Referensi
  • https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/coronary-heart-disease
Disclaimer: Seluruh Informasi Kesehatan yang tersedia di blog ini bersumber dari Jurnal serta situs-situs kesehatan yang telah terverifikasi. Mohon gunakan konten atau artikel tersebut untuk rujukan atau referensi saja. Kami tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan/ketidakakuratan pada konten. Silahkan hubungi Dokter atau Ahli Medis untuk mendapatkan Penanganan secara Profesional.

Posting Komentar untuk "Cara Pencegahannya Penyakit Jantung Koroner"